Pages

Subscribe:

Jumat, 20 Januari 2012

Hakekat dan Ruang Lingkup MBB


Program studi General Education di Amerika telah dikolaborasikan para ahli pendidikan di Indonesia menjadi sebuah studi atau mata kuliah MKDU. Kelompok mata kuliah utama memaut mata kuliah Pendidikan Pancasila, Pendidikkan agama, dan pendidikan kewiraan nasional, kelompok kedua memuat mata kuliah ISBD, IBD, dan IAD. Kedua kelompok tersebut kini menjadi MPK dan MBB.
Kedua mata kuliah tersebut di atas berusaha membekali mahasiswa berupa kemampuan dasar tentang pemahaman, pemaknaan dan pengalaman nilai-nilai dasar kemanusiaan baik sebagai pribadi, sebagai warga negara Indonesia, anggota keluarga, warga masyarakat dan sabagai bagian dari ciptaan Tuhan. Tujuannya untuk agar lulusan perguruan tinggi menjadi manusia yang memiliki kepribadian yang utuh yaitu pribadi yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat rohani dan jasmani, cerdas, trampil, mandiri, memiliki jati diri, serta memiliki rasa tanggung jawab kemanusiaan dan kebangsaan.
Berdasarkan pemahaman yang diperoleh dari kajian ISBD, mahasiswa dapat mengorientasikan diri untuk selanjutnya mampu mengetahui ke arah mana pemecahan masalah harus dilakukan. Pendekatan dalam ISBD lebih bersifat interdisiplin atau multidisiplin. Pendekatan bersumber dari dasar-dasar ilmu sosial dan budaya yang bersifat terintegrasi.
Mahasiswa sebagai calon ilmuwan dan profesional harapan bangsa mampu bertindak secara arif dan bijaksana. Kompotensi dari ISBD diharapakan para lulusan mampu :
  • a.       Menguasai pengetahuan tentang keanekaragaman, kesederajatan dan kebermartabatan manusia sebagai individu dan makhluk sosial dalam berkehidupan bermasyarakat.
  • b.      Memahami dan menghormati estetika, etika, dan nilai-nilai yang menjadi pedoman bagi keteraturan dan kesejahteraan hidup dalam menata hidup kebersamaan dalam masyarakat.

KONSEP PENDIDIKAN UMUM DI INDONESIA


Sistem pendidikan modern cenderung mengarah pada suatu proses dehumanisasi.  Ditandai oleh penajaman kajian keilmuan atau spesialisasi berlebihan dalam bidang-bidang tertentu.  Maka sistem pendidikannya cenderung hanya memahami manusia pada satu aspek tertentu saja, sedangkan aspek-aspek lainnya diabaikan. 
Pendidikan seperti ini menghasilkan para lulusan yang pola pikir, pola hidup bersifat materialistis dan perilaku mekanistik.  Mereka menjadi suatu generasi yang miskin akan nilai-nilai kemanusiaan yang hakiki. Mereka masuk ke dalam persaingan global dengan menghalalkan segala cara demi mencapai kesuksesan material semata.
Gambaran kecenderungan dunia pendidikan tinggi dewasa ini sangat mementingkan pengembangan spesialisasi, sementara pengembangan nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal nyaris terabaikan. Maka anak didik perlu dibekali suatu kemampuan untuk memahami, memaknai dan mengamalkan nilai-nilai universal.
 Konsep pendidikan umum di Indonesia berangkat dari UU no 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan nasional. Berdasarkan dari tujuan pendidikan nasional, kurikulum pendidikan nasional Indonesia selalu memuat nilai-nilai ketuhanan dan kemanusiaan secara terintegrasi. 
Untuk ditingkat perguruan tinggi di sebut mata kuliah dasar umum (MKDU) yaitu sekelompok mata kuliah yang memberikan landasan dalam pengembangan dunia spesialisnya masing-masing.  MKDU dirubah menjadi MPK dan MBB.  Kedua kelompok bidang studi ini merupakan salah satu bentuk pembelajaran mahasiswa perguruan tinggi Indonesia dalam pencapaian tujuan utama pendidikan nasional, yaitu membentuk kepribadian utuh melalui proses pembelajaran secara terintegrasi dengan menggunakan pendekatan multi atau interdisipliner.  Dalam konsep di Amerika disebut General Education.
Kompetensi MBB yang dituju ialah agar mahasiswa menguasai kemampuan berfikir rasional, berwawasan luas, berjiwa besar sebagai manusia intelektual beradab dan bermartabat yang bertanggung jawab terhadap :
a.         Terwujudnya estetika, etika dan moral atau nilai-nilai budaya bagi keteraturan, kebersamaan dan kesejahteraan hidup bermasyarakat
b . Terpeliharanya sumber daya alam dan lingkungannya

KONSEP GENERAL EDUCATION


Dalam kehidupan masyarakat modern ketergantungan hidup terhadap produk teknologi terutama teknologi informasi.  Kemajuan iptek di era globalisasi (kehidupan tanpa tapal batas), menuntut masyarakat untuk memiliki kemampuan spesialisasi.  Hal ini berpengaruh pada pola fikir, pola hidup dan perilaku.
Teknologi disatu sisi membantu aktivitas hidup masyarakat, di sisi lain menjadikan sikap mental masyarakat malas, karena dibuai berbagai kemudahan.  Kehidupan di zaman modern seolah-olah tidak akan dapat bertahan hidup tanpa bantuan produk teknologi, hal ini memaksa kehidupan menjadi konsumtif. 
Abad 20 di Amerika dan Eropa, hasil analisis mereka berkesimpulan bahwa sistem pendidikan modern telah menghasilkan para saintis dan teknokrat yang handal tapi tidak melahirkan para lulusan yang memiliki integritas kepribadian.
 Menurut Philip H. Phenix (1964:6),  enam pola makna esensial bagi segenap mahasiswa :
a)    Makna  symbolycs, yaitu kemampuan berbahasa dan berhitung
b)   Makna empirics, yaitu kemampuan untuk memaknai benda-benda melalui proses penjelajahan dan penyelidikan empiris
c)    Makna esthetics, yaitu kemampuan memaknai keindahan seni dan fenomena alam
d)   Makna ethics, yaitu kemampuan memaknai baik dan buruk
e)    Makna synoetics, yakni kemampuan berfikir logis, rasional sehingga dapat memaknai benar dan salah
f)    Makna synoptic, yaitu kemampuan untuk beragama atau berfilsafat
Keenam pola makna di atas dikemas dalam bentuk General Education (Pendidikan Umum)
Philip H. Phenix (1963:8) merumuskan tujuan pendidikan umum :


A complete person should be skilled in the use of speech, symbol and gesture, factually well informed, capale of creating and apresiating object of esthetic significance, endowed with a rich and disciplined life in relation to self and others, able to  make wise decision and to judge between right and wrong and possed of an integral out look. 
Artinya manusia yang memiliki kemampuan dalam menggunakan kata-kata, symbol, isyarat, dapat menerima informasi factual, dapat melakukan dan mengapresiasi objek-objek seni, memiliki kemampuan dan disiplin hidup dalam hubungan dengan dirinya maupun orang lain, cakap dalam mengambil keputusan yang bijaksana, dapat mempertimbangkan antara yang benar dan yang salah serta memiliki pandangan yang integral.

Pengertian Ilmu Sosial da ilmu Budaya


1.      Pengertian Ilmu social
Sumber dari segala ilmu pengetahuan adalah filsafat (philosophia). Dari filsafat lahir tiga cabang ilmu pengetahuan
1)      Natural Science (ilmu- ilmu alam meliputi: fisika, kimia, biologi)
2)      Social Science (ilmu- ilmu social meliputi: sejarah, polit ekonomi)
3)      Humanities ( ilmu- ilmu budaya meliputi: bahasa, agama, kesenian)
Dalam dunia pengajaran, ilmu- ilmu social mengalami perkembangan sehingga timbul faham studi social. Paham studi social dipergunakan gagi keparluaan pendidikan dan pengajaran bukan disiplin ilmu yang mandiri. Studi social/ IPS adalah ilmu- ilmu social yang disederhanakan untuk tujuan pendidikandan pengajaran di SD dan menengah.
Ilmu social dinamakan demikian karena ilmu tersebut mengambil masyarakat atau kehidupan bersama sebagai objek yang dipelajarinya. Ilmu- ilmu social belum mempunyai kaidah- kaidah dan dalil- dalil tetap yang diterima bagian masyarakat. Sedangkan yang menjadi objeknya adalah masyarakat yang selalu berubah- ubah.